skip to main |
skip to sidebar
19.04
- RESENSI
- Berasal dari Bahasa Belanda: recensie atau bahasa Latin: recensio → Memeriksa kembali atau menimbang.
- Timbangan buku atau tinjauan buku.
- Tujuan:
- Melindungi masyarakat atau konsumen dari propaganda atau promosi yang berlebihan.
- Menyampaikan kepada pembaca tentang kualitas hasil karya atau sebuah buku, apakah pantas mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.
- Buku yang dapat di resensi → Buku fiksi dan nonfiksi.
- Resensator.
- BAGIAN POKOK DAN SISTEMATIKA RESENSI
- 1. Bagian Kepala - Judul Resensi - Identitas kepengarangan atau data publikasi buku terdiri atas: judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, jumlah halaman terkadang ditambahkan ukuran buku, harga buku, dan nomor ISBN - Gambar dari sampul muka atau sampul buku
- 2. Bagian Tubuh - Pendahuluan - Inti - Penutup
- LANGKAH-LANGKAH MENULIS RESENSI
- Memilih judul buku yang layak dan laku untuk diresensi. Mengidentifikasi data publikasi buku.
- Membaca secara intensif untuk menikmati, mendalami, dan memahami isi buku.
- Meringkas untuk menemukan garis besar isi dan pokok-pokok penting atau menarik.
- LANGKAH-LANGKAH MENULIS RESENSI
- Membaca ulang sambil meneliti isi buku untuk dapat mengidentifikasi sisi-sisi kelebihan, kekurangan, dan manfaat. Membandingkannya dengan buku berjudul sejenis yang lebih dahulu terbit.
- Menimbang bobot kelebihan dan kekurangannya, manfaat, dan kelemahan isi buku.
- Menarik kesimpulan untuk memberikan saran pertimbangan kepada calon pembaca.
FAKTOR YANG HARUS DIPERHATIKAN OLEH RESENSATOR
- Memahami sepenuhnya tujuan pengarang aslinya.
- Memahami sepenuhnya maksud menulis resensi.
- POKOK-POKOK SASARAN PENILAIAN
- 1. Latar Belakang, Dimulai dengan menyajikan latar belakang penulisan buku.
- 2. Identitas Buku, mencakup judul, nama penulis, nama penerbit, kota tempat penerbit, dan informasi penting lainnya.
- 3. Macam/Jenis Buku, Fiksi / non fiksi
- 4. Kepengarangan, Bentuk penyajian buku yang dilakukan oleh pengarang.
- 5. Keunggulan buku, Bisa mengemukakan daya tarik buku, keistimewaan buku, kelebihan buku dibanding buku (sejenis) lain.
- 6. Kelemahan buku, Resensator harus mengemukakan secara objektif apa saja kelemahan buku yang diresensinya.
- 7. Ikhtisar, Resensator mengemukakan secara objektif tanpa menambahkan hal-hal yang subjektif.
- 8. Nilai buku, Resensator dapat mengemukakan pendapatnya tentang isi buku.
- CONTOH RESENSI
- Judul : Laskar Pelangi
- Penulis : Andrea Hirata
- Penerbit : Bentang Pustaka
- Kota Tempat Terbit : Jl. Pandega Padma 19, Yogyakarta
- Tahun Terbit : Cetakan III, Juli 2007
- Tebal halaman : 534 halaman
- Harga : Rp.69.000
- Laskar Pelangi adalah novel pertama karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada tahun 2005. Novel ini bercerita tentang kehidupan 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah(SD dan SMP) di sebuah sekolah Muhammadiyah di Belitung yang penuh dengan keterbatasan. Novel karya Andrea Hirata dengan tebal buku 534 halaman ini mengandung sebuah cerita yang sangat menarik. Cerita yang ada di dalam Novel ini merupakan kisah nyata dari perjalanan seorang penulis dalam mengejar mimpinya hingga ke Negara Perancis. Cerita ini pun ramai dipuji oleh orang-orang yang suka membaca novel maupun tidak.Novel ini mampu membuat pembaca merasa seperti terhanyut dan terbawa ke dalam cerita didalamnya.
- Gaya bahasa yang digunakan Andrea Hirata dianggap sebagai gaya yang baik dan sangat menarik, didalamnya selain menggunakan Bahasa Indonesia juga menggunakan Bahasa Melayu yang membuat para pembaca tampak sedikit kebingungan dan harus menerka apa maksud dari bahasa tersebut.Namun, arti didalam setiap Bahasa Melayu yang digunakan selalu terdapat di kalimat terbawah, sehingga setelah membaca pengertian dari Bahasa yang digunakan kita dapat mencerna kembali Bahasa Melayu yang tadinya sedikit kurang dimengerti.
- Kisah dalam Laskar Pelangi ini diawali dari kehidupan seorang anak yang bernama Ikal yang memulai sekolah dengan harus menunggu sepuluh anak yang ingin bersekolah di sekolah Ikal.Dengan cemas Ikal, Sahara, Trapani, Kucai, Syahdan, Mahar, Lintang, Borek, Akiong, Bu Mus, Pak Harfan, dan para orang tua murid menunggu apakah ada satu orang lagi yang ingin bersekolah di SD Muhamaddiyah jika, tidak sampai sepuluh anak maka, mereka tidak akan bisa bersekolah. Karena, SD Muhamaddiyah akan tamat riwayatnya. Sekian lama mereka menunggu akhirnya Seorang pria jenaka berusia Lima belas tahun dan agak terbelakang mentalnya menyelamatkan kesembilan temannya juga Sekolah SD Muhamaddiyah. Ikal dan teman – temannya sangat senang, akhirnya mereka bisa bersekolah di SD Muhamaddiyah untuk meraih mimpi dan cita – citanya bersama teman – temannya yang luar biasa di Belitong.
- Dengan membaca novel ini kita dapat mengetahui arti perjuangan hidup dalam kemiskinan yang membelit dan cita-cita yang gagah berani dalam kisah tokoh utama buku iniIkal, akan menuntun kita dengan semacam keanggunan dan daya tarik agar kita dapat melihat ke dalam diri sendiri dengan penuh pengharapan, agar kita menolak semua keputusasaan dan ketakberdayaan kita sendiri. Secara keseluruhan saya menilai novel ini bagus dan membangun. Novel laskar pelangi ini juga sarat hikmah, dakwah, dan rasa persahabatan yang sangat kental. Tuturannya mengalir, menyentuh, mencerahkan, menggelikan, membidik pusat kesadaran, dan jauh dari sifat menggurui.
- Dan hal yang terpenting yang ada di balik novel ini adalah kita dapat mengambil pelajaran bahwa bagaimanapun hidup yang kita jalani, kita harus senantiasa bersyukur. Kita dapat mengetahui arti perjuangan hidup dalam kemiskinan yang membelit cita-cita yang tinggi. Pada dasarnya kemiskinan tidak berkorelasi/berinteraksi langsung dengan kebodohan atau kegeniusan. Banyak sekali pelajaran yang dapat kita teladani dari novel tersebut seperti keagamaan, moral, cinta pertama yang indah, ketegaran hidup, bahkan makna sebuah takdir yang tidak bisa kita tebak.Selain itu kita dapat mencontoh tokoh-tokoh yang dapat diteladani seperti tokoh-tokoh manusia sederhana, jujur, tulus, gigih, penuh dedikasi, ulet, sabar, tawakal, takwa, dan sebagainya.
- SYARAT UNTUK MEMBUAT RESENSI
- - Ada data buku
- - Pendahuluan nya berisi perbandingan dengan karya sebelumnya, biografi pengarang, atau hal yang berhubungan dengan tema dan isi
- - Ada ulasan singkat
- - Harus bermanfaat dan kepada siapa
- SOAL
- 1. Resensie berasal dari kata recensie . Kata ini berasal dari bahasa.... a. Jerman b. Perancis c. Belanda d. Spanyol
- 2. Buku fiksi mencakup... a. Roman, ekonomi, politik b. Cerpen, puisi, buku tentang sosial c. Pendidikan, biografi, puisi d. Cerpen, novel, roman
- 3. Tema buku dan gambaran umum isi buku merupakan bagian dari... a. Identitas buku b. Latar belakang c. Ikhtisar d. Nilai buku
- 4. Berikut ini merupakan pokok-pokok yang dapat dijadikan sasaran penelitian, kecuali... a. Ikhtisar b. Judul buku c. Kepengarangan d. Keunggulan buku
- 5. Dalam setiap resensi buku terdapat bagian- bagian pokok yaitu bagian kepala dan bagian tubuh. Bagian kepala meliputi hal-hal berikut, kecuali : a. Judul Resensi b. Identitas kepengarangan atau data publikasi buku c. Pendahuluan d. Gambar dari sampul muka atau sampul buku
- 6. Pada bagian kepala, identitas kepengarangan atau data publikasi buku terdiri atas... a. Gambar dari sampul muka atau sampul buku b. Jumlah halaman c. Kesimpulan dan saran kepada calon pembaca d. Garis besar atau pokok-pokok isi buku
- 7. Pertimbangan atau ulasan sebuah hasil karya atau sebuah buku merupakan pengertian resensi menurut...a. Abraham Lincolnb. Kamus Besar Bahasa Indonesiac. Muhammad Hattad. Subagio
- 8. Untuk memberikan ulasan atau penilaian secara objektif, seorang penulis resensi (resensator) harus.... a. Memahami sepenuhnya tujuan dan maksud pengarang. b. Memahami sepenuhnya tujuan dan latar belakang pengarang. c. Memahami sepenuhnya tingkat ekonomi dan maksud pengarang. d. Memahami sepenuhnya fungsi dan manfaat ditulisnya buku tersebut.
- 9. Gaya bahasa pengarang termasuk dalam sasaran penilaian yaitu... a. Identitas buku b. Keunggulan buku c. Nilai buku d. Kepengarangan
- 10. “Jokowi Membawa Jakarta Baru” adalah buku yang termasuk... a. Biografi b. Politik c. Fiksi d. Dongeng
0 komentar:
Posting Komentar